Sediaan Apus Darah (SAD)

 Sediaan Apus Darah (SAD)

Kapan sediaan apus darah dilakukan? mungkin pertanyaan itulah yang cocok untuk membuka tulisan kali ini.
Tentunya sebagai ATLM kita tidak asing lagi dengan nama SAD (Sediaan Apus Darah), emang masih perlu bikin SAD ? padahal teknologi sekarang sudah sangat canggih, untuk menghitung sel darah sudah sangat terbantu dengan alat namanya hamtology analizer , masukin sampel ke alat, tunggu beberapa menit kemudian sudah dapat keluar hasil dengan beberapa parameter.

Terlepas dari adanya alat hematology analizer, pembuatan SAD tetap dilakukan di laboratorium salah satunya jika ada permintaan dari dokter untuk dilakukan pemeriksaan SAD kemudian untuk mengkonfirmasi hasil yang meragukan seperti hasil trombosit tinggi atau rendah, hasil eosinofil dari alat tinggi dll. Mungkin untuk kasus tertentu seperti tidak tersedianya alat hematology analizer di laboratorium, pembuatan SAD ini akan dilakukan terus menerus, karena kaitannya dengan informasi yang dapat kita peroleh dari sel darah seperti jumlah eritrosit, leukosit, trombosit, retikulosit dan hitung jenis leukosit.

SAD yang baik itu seperti apa??
SAD yang baik sesuai yang admin kutip dari buku Practical Hematology yang dibuat oleh Islamic University of Gaza terbitan tahun 2014 dan beberapa referensi lainnya adalah sebagai berikut:

  • Terdapat bagian tipis dan tebal
  • Sediaan menempati 2/3 kaca objek
  • Sediaan tidak menyentuh ujung kaca objek
  • Terbebas dari gelembung lemak atau kotoran lain yang mungkin menempel pada kaca objek

Untuk mendapatkan Sediaan apus darah yang baik maka perlu diperhatikan proses pembuatannya, alat dan jenis sampel yang digunakan, serta teknik pewarnaan yang dipakai.
Untuk jenis sampel, darah EDTA adalah pilihan terbaik untuk pembuatan SAD karena EDTA mampu mempertahankan morfologi sel darah dengan baik. pastikan kaca objek yang digunakan terbebas dari kotoran dan lemak, untuk menghindari gelembung lemak , sebelumnya kaca objek bisa di bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan alkohol atau bisa dilewatkan ke api terlebih dahulu, sehingga lemak yang ada pada kaca objek bisa menghilang.

Dalam pembuatan SAD harus diperhatikan juga sudut pembuatan. Perhatikan gambar dibawah ini:

source from: Practical Hematology – Islamic University of Gaza

Pembuatan SAD sebaiknya dilakukan dengan sudut 30-40 derajat. Jika posisi terlalu tegak maka akan berdapampak pada kualitas SAD yang tebal, sedangkan jika sudutnya terlalu kecil maka SAD akan tipis semua. SAD yang tebal mengakitbatkan sel darah merah tidak terdistribusi rata dan cenderung akan bertumpuk, sebaliknya, SAD yang terlalu tipis akan berdampak pada sel darah yang diamati akan jarang dan saling berjauhan sehingga Sediaan yang dibuat tidak mewakili kondisi yang sebenarnya karena tidak terdistribu merata.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah nilai hematokrit, jika nilai hematokrit tinggi maka sudut slider nya harus dikecilkan dari sudut sebenarnya, sedangkan jika nilai hematokrit rendah sudut slider harus dinaikan. Hal ini akan berdampak pada distribusi sel darah pada SAD.

Selain itu kecepatan dalam menggerakan slider harus diperhatikan, jika ragu maka SAD akan terbentuk tidak rata sehingga mungkin dapat terbentuk tekstrus garus berkelok pada sediaan. Pastikan menggunakan kecepatan yang stabil dan perlu diperhatikan juga tetasan darah yang digunakan (jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil) mungkin dari pengalaman admin kurang lebih tetesan nya itu sekitar 50 mikron (jika ada masukan silahkan tulis dikomentar ya.

Oke teman-teman mungkin itu dulu yang bisa admin tulis, untuk pembahasan lanjut terkait Cara Pembuatan lebih detail, jenis pewarnaan dan interpretasi hasil SAD ini akan admin di tulisan terpisah.
semoga bermanfaat ya….!!!
Assalamualaikum 🙂

Sumber dari Buku, Jurnal dan teman-teman ATLM (Puji & Dina)

Buku Practical Hemaotology Islamic University of Gaza Tahun 2014
Jurnal Pheripheral Blood Film – a review from NCBI

admin

Related post

2 Comments

  • Min tanya, stabilitas sampel EDTA yang baik untuk pembuatan SAD berapa lama?

    • Berdasrkan jurnal dan buku yang saya baca stabilitas yang baik adalah sampel EDTA 2 jam setelah pengambilan sampel. Diliteratur lain bisa sampai 3 jam dari pengambilan sampel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *